Assalamualaikum
W.B.T, salam sejahtera dan salam satu Malaysia. Alhamdulillah, syukur
ke hadrat Ilahi kerana dengan izin-Nya saya masih bernafas di atas
muka bumi ini bagi meneruskan kelangsungan hidup ini. Menelusuri
pengisian kuliah kecerdasan emosi pada 19 Jun 2012 yang bertajuk "Apakah definisi kecerdasan emosi".
Goleman (1997) mengemukakan bahwa kecerdasan emosional adalah kemampuan lebih yang dimiliki seseorang dalam memotivasi diri, ketahanan dalam meghadapi kegagalan, mengendalikan emosi
dan menunda kepuasan, serta mengatur keadaan jiwa. Dengan kecerdasan
emosional tersebut seseorang dapat menempatkan emosinya pada porsi yang
tepat, memilah kepuasan dan mengatur suasana hati.
Sementara Cooper dan Sawaf (1998) mengatakan bahwa kecerdasan emosional
adalah kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan
daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi dan pengaruh yang
manusiawi. Kecerdasan emosi menuntut penilikan perasaan, untuk belajar
mengakui, menghargai perasaan pada diri dan orang lain serta
menanggapinya dengan tepat, menerapkan secara efektif energi emosi dalam
kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya Howes dan Herald (1999)
mengatakan pada intinya, kecerdasaan emosional merupakan komponen yang
membuat seseorang menjadi pintar menggunakan emosi. Lebih lanjut
dijelaskan bahwa emosi manusia berada diwilayah dari perasaan lubuk hati, naluri yang tersembunyi, dan
sensasi emosi yang apabila diakui dan dihormati, kecerdasaan emosional
menyediakan pemahaman yang lebih mendalam dan lebih utuh tentang diri
sendiri dan orang lain.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan